"Aku mendambakan seorang istri yang seimut kelinci dan anak perempuan yang semenggemaskan cerpelai. Namun, tepat setelah menyampaikan permohonan itu kepada Santa, aku malah terlempar ke dunia lain!"
Associated Names
English: The Story of Becoming a Married Man in Another World / My Story of Becoming a Married Man in Another World
Spanish: Cómo me convertí en un hombre casado en otro mundo (Novela)
Korean: 이세계서 유부남된 썰
Information
Type: Web Novel (KR)
Genre: Fantasy, Romance, Seinen, Slice of Life
Table Of Content :
- Chapter 1 - Saat Aku Membuka Mata, Aku Berada di Dunia Lain
- Chapter 2 - Budak
- Chapter 3 - Tiba di Desa
- Chapter 4 - Pengantin yang Dijual
- Chapter 5 - Pria Tua, Berburu, dan sang Wanita, si Kelinci
- Chapter 6 - Mempelai Perempuan Bak Kelinci dan Anak Gadis Imut Bagai Cerpelai
- Chapter 7 - Di Gubuk Gunung
- Chapter 8 - Pahlawan
- Chapter 9 - Ciuman Pertama
- Chapter 10 - Tampaknya Aku Bisa Menggunakan Sihir
- Chapter 11 - Tempat Kerja Sang Pemburu
- Chapter 12 - Pria yang Kuat dan Tampan
- Chapter 13 - Pemantik Api
- Chapter 14 - Malam Manis Suami Istri
- Chapter 15 - Sang Pemburu
- Chapter 16 - Mulai Hari Ini, Seorang Pemburu
- Chapter 17 - Selalu Ada Orang Jahat di Dunia Ini
- Chapter 18 - Tinju Lebih Dekat daripada Hukum
- Chapter 19 - Pahlawan Pertama Seorang Anak Selalu Ayahnya
- Chapter 20 - Tong Daging Itu Penting
- Chapter 21 - Aku Menjadi Bisa Menggunakan Sihir Penyembuh
- Chapter 22 - Kemampuan Menggunakan Sihir Penyembuh
- Chapter 23 - Kelinci yang Mirip Kangguru
- Chapter 24 - Perburuan Pertama yang Istimewa
- Chapter 25 - Mengamankan Bahan Pangan Darurat
- Chapter 26 - Kelinci dan Dorothy
- Chapter 27 - Tapi Punya Tanduk
- Chapter 28 - Di Manakah sang Pahlawan?
- Chapter 29 - Tugas Agung Dorothy
- Chapter 30 - Kereta Pedagang Keliling
- Chapter 31 - Pria Itu adalah Ayah Kami
- Chapter 32 - Hancurnya Impian Agung Dorothy
- Chapter 33 - Tidak Ada yang Bisa Dipercaya
- Chapter 34 - Sepertinya Kita Memungut Kelinci yang Aneh
- Chapter 35 - Terima Kasih
- Chapter 36 - Pintu Pagar Baru dan Rahasia si Anak Kelinci
- Chapter 37 - Akhir dari Perburuan Panjang yang Kian Dekat
- Chapter 38 - Habisi Tanpa Sisa
- Chapter 39 - Aku Melindungi Keluargaku (feat. Dorothy)
- Chapter 40 - Menuju Desa
- Chapter 41 - Goblin Itu Terlihat Berlari
- Chapter 42 - Ketika Dorothy Tumbuh Besar, Dia Juga Akan Menyemburkan Api
- Chapter 43 - Bunyi Pip!
- Chapter 44 - Apakah Biji Ekorn Itu Masih Sendirian?
- Chapter 45 - Mengapa Ada Santa di Sini?!
- Chapter 46 - Pendaftaran Party
- Chapter 47 - Sihir Api yang Terpantik dari Kaki
- Chapter 48 - Kita Kaya Raya! Ya Tuhan!
- Chapter 49 - Apakah Sekarang Kita Miskin? Padahal Baru Saja Kita Kaya
- Chapter 50 - Petualang Wanita
- Chapter 51 - Pengejaran
- Chapter 52 - Permintaan Pertama
- Chapter 53 - Seekor Anak Ayam di Hadapan Kobra
- Chapter 54 - Oz, Kenapa Kamu Menutupi Telinga Dorothy?
- Chapter 55 - Hewan Iblis Itu Terlihat Sedikit Aneh
- Chapter 56 - Oz Adalah Tanduk Dorothy
- Chapter 57 - Bergabung dengan Karavan Pedagang
- Chapter 58 - Kontraktor Sinterklas
- Chapter 59 - Lahirnya Peringkat Sinterklas
- Chapter 60 - Serangan Bandit
- Chapter 61 - Kurasa Ada Pengkhianat di Antara Kita
- Chapter 62 - Dorothy Merasakan Sengatan di Lehernya
- Chapter 63 - Cara Baru Menggunakan Monster Sihir — Alarm Keamanan
- Chapter 64 - Hanya yang Hidup yang Merasa Lapar
- Chapter 65 - Kota Komersial Moderni
- Chapter 66 - Pria Berjubah Bulu
- Chapter 67 - Godaan Buah Delima
- Chapter 68 - Manusia, Namun Bukan Manusia
- Chapter 69 - Untuk Berdiri di Samping Suaminya
- Chapter 70 - Sedikit Firasat Gelisah
- Chapter 71 - Jalan Pulang
- Chapter 72 - Apa yang Didapat dengan Mudah, Bisa Hilang dengan Mudah
- Chapter 73 - Menghindari Kutu Busuk, Malah Bertemu Tikus
- Chapter 74 - Perlengkapan Esensial Seorang Petualang
- Chapter 75 - Kebenaran di Balik Pemanggilan Pahlawan
- Chapter 76 - Mempertaruhkan Nyawa Demi Mengumpulkan Tanaman Herbal
- Chapter 77 - Screaming Carrot (Wortel Menjerit)
- Chapter 78 - Itu Adalah Bahasa Korea
- Chapter 79 - Rudolph Adalah Sebuah Zentangle
- Chapter 80 - Aku Bertemu Anak Itu, Sebuah Contoh dari Zentangle
- Chapter 81 - Satu-Satunya yang Tersisa
- Chapter 82 - Permintaan Penaklukan
- Chapter 83 - Kecemburuan Seorang Pria
- Chapter 84 - Mari Terus Berjuang Tanpa Akhir
- Chapter 85 - Peringatan, Peringatan, Peringatan—Musuh Mendekat
- Chapter 86 - Orthos, Anjing Berkepala Dua
- Chapter 86,5 -Cerita Sampingan: Hidup Selalu Kejam
- Chapter 87 - Unicorn
- Chapter 87.5 - Cerita Sampingan: Lindungi Anak Itu
- Chapter 88 - Unicorn Penarik Kereta
- Chapter 89 - Para Bandit
- Chapter 90 - Pola Aneh Muncul di Wajah Para Bandit
- Chapter 91 - Kemampuan Sang Rudolph
- Chapter 92 - Rumah Kecil di Hutan
- Chapter 93 - Selamat Datang di Rumah, Putraku
- Chapter 94 - Tawaran Sang Iblis
- Chapter 95 - Racun yang Meresap
- Chapter 96 - Pamer
- Chapter 97 - Tatapan
- Chapter 98 - Jadi Itu Makna Angka "5"
- Chapter 99 - Ada Serangga yang Memakan Pakaian
- Chapter 100 - Ketua Guild Purcell
- Chapter 101 - Rudolph si Rusa Berhidung Merah
- Chapter 102 - Kecemburuan Kecil
- Chapter 103 - Makna Lukisan Rudolph
- Chapter 104 - Untuk Masa Depan Anak
- Chapter 105 - Satu Ranjang, Mimpi yang Berbeda
- Chapter 106 - Necromancer
- Chapter 107 - Kemampuan Penularan Emosi
- Chapter 108 - Sulur Pohon yang Aneh
- Chapter 109 - Fajar yang Biasa
- Chapter 110 - Ada Sesuatu yang Aneh di Sini
- Chapter 111 - Semakin Dekat ke Rumah
- Chapter 112 - Apakah Ini Ada Hubungannya dengan Ayah dan Ibu?
- Chapter 113 - Menuju Wilayah dengan Pohon-Pohon Tropis
- Chapter 114 - Dia Menemukan Desa yang Aneh
- Chapter 115 - Jejak Desa Santa
- Chapter 116 - Santa Selalu Ceroboh dalam Menyelesaikan Sesuatu
- Chapter 117 - Para Pengungsi
- Chapter 118 - Mungkin... Mungkin Saja.
- Chapter 119 - Pasukan Penakluk
- Chapter 120 - Keberadaan Pahlawan Wanita
- Chapter 121 - Wahyu Suci
- Chapter 122 - Pertemuan dengan Margrave
- Chapter 123 - Nama Margrave dari Bern
- Chapter 124 - Ibu dan Anak
- Chapter 125 - Kenapa Dorothy Mirip Ayah?
- Chapter 126 - Daging Busuk
- Chapter 127 - Saat Paus Bertarung, Punggung Udang yang Patah
- Chapter 128 - Lari, Yeonhwa!
- Chapter 129 - Ia Datang
- Chapter 130 - Sang Induk
- Chapter 131 - Pencarian Korban Selamat
- Chapter 132 - Menyelamatkan Korban Selamat
- Chapter 133 - Pahlawan Harapan
- Chapter 134 - Pip? Pip Pip Pip?
- Chapter 135 - Kamu Tidak Bisa Menilai Seseorang dari Penampilannya
- Chapter 136 - Undangan Margrave
- Chapter 137 - Aku Benci Orang-orang Itu
- Chapter 138 - Guru Si Cerewet
- Chapter 139 - Tiba di Kastil Margrave
- Chapter 140 - Ibu Menjadi Bunga
- Chapter 141 - Sang Pahlawan dan Rumor
- Chapter 142 - Pembohong, Bodoh
- Chapter 143 - Perburuan
- Chapter 144 - Kemunculan Sang Pahlawan
- Chapter 145 - Pertemuan
- Chapter 146 - Siapa Kamu?
- Chapter 147 - Lizzie Benar-benar Tersenyum Seperti Bunga
- Chapter 148 - Desa Makam
- Chapter 149 - Hutan yang Menangis
- Chapter 150 - Tempat Lahirnya Dewa Jahat
- Chapter 151 - Binatang Buas Dewa Jahat
- Chapter 152 - Pria Hujan
- Chapter 153 - Pria Petarung
- Chapter 154 - Rahasia Desa
- Chapter 155 - Penyusup di Bawah Cahaya Bulan
- Chapter 156 - Air Mata Dewa Jahat
- Chapter 157 - Kutu Santa
- Chapter 158 - Penyelidik Santa
- Chapter 159 - Bayang-bayang Perang
- Chapter 160 - Dendam yang Salah Sasaran
- Chapter 161 - Aku Benci Kutu Itu
- Chapter 162 - Tiba di Kota Benteng
- Chapter 163 - Tempat di Mana Dewa Jahat Disegel
- Chapter 164 - Makam Dewa Jahat
- Chapter 165 - Gerbang Terbuka
- Chapter 166 - Bertemu Dewa Jahat
- Chapter 167 - Bertemu Rudolph, Binatang Buas Dewa Jahat
- Chapter 168 - Kembali ke Masa Kini
- Chapter 169 - Anomali di Perbatasan
- Chapter 170. - Ayah, Dorothy Akan Menyelamatkanmu
- Chapter 171 - Telur Elang Kembali Menjadi Phoenix
- Chapter 172 - Pergi Menangkap Mereka
- Chapter 173 - Tanda-Tanda Perang Saudara
- Chapter 174 - Bergabung dengan Margrave
- Chapter 175 - Penyihir Pendeteksi Hans
- Chapter 176 - Tidak Apa-apa. Aku Punya Oz.
- Chapter 177 - Necromancer yang Membuat Zombie
- Chapter 178 - Ibu, Peng Tumbuh Tanduk
- Chapter 179 - Tombak dan Perisai yang Tak Terkalahkan
- Chapter 180 - Pilihan yang Salah
- Chapter 181 - Seperti Pemimpin Kultus
- Chapter 182 - Untuk Pertama Kalinya, Aku Takut Pada Suamiku
- Chapter 183 - Dia Datang, Pahlawan Santa Telah Datang
- Chapter 184 - Pahlawan Juhwan
- Chapter 185 - Orang-orang yang Menunggu Sang Pahlawan
- Chapter 186 - Dunia yang Terlalu Indah Bagiku
- Chapter 187 - Demi Raja
- Chapter 188 - Kehendak Tuhan Bersama Kita
- Chapter 189 - Perang Dorothy dan Lizzie
- Chapter 190 - Membuat Mereka Kehilangan Niat Bertarung Hanya dengan Melihat
- Chapter 191 - Kekuatan Satu Kata
- Chapter 192 - Karpet yang Diinjak oleh Raja Kematian
- Chapter 193 - Apa yang Menanti di Ujung Pelarian
- Chapter 194 - Hei, Nak, Awas
- Chapter 195 - Seseorang Keluar dari Tembok
- Chapter 196 - Aku Akan Membunuhmu, Juhwan
- Chapter 197 - Ayah, Dorothy Sudah Bangkit!
- Chapter 198 - Malam Neraka Dimulai
- Chapter 199 - Di Bawah Langit Malam
- Chapter 200 - Guru, Apakah Aku Membantu?
- Chapter 201 - Menjadi Apa yang Ia Ubah
- Chapter 202 - Ada Benih Bayi yang Tumbuh di Perutmu?
- Chapter 203 - Menemukan Kebahagiaan Baru Setiap Hari
- Chapter 204 - Dua Pahlawan
- Chapter 205 - Negara yang Ditinggalkan oleh Dewa
- Chapter 206 - Dorothy Sangat Sibuk
- Chapter 207 - Akhir dari Perang
- Chapter 208 - Penyerahan Tyrone
- Chapter 209 - Menjadi Baron Winwood
- Chapter 210 - Mengendarai Kereta Anggur
- Chapter 211
- Chapter 212
- Chapter 213
- Chapter 214
- Chapter 215
- Chapter 216
- Chapter 218
- Chapter 219
- Chapter 220
- Chapter 221
- Chapter 222
- Chapter 223
- Chapter 224
- Chapter 225
- Chapter 226
- Chapter 227
- Chapter 228
- Chapter 229
- Chapter 230
0 Comments