Di gang-gang belakang ibu kota kerajaan, jauh dari kemegahan kastel, aroma busuk sampah dan selokan menyengat udara. Seorang pria bertudung melangkah masuk ke sebuah kedai kumuh tanpa papan nama di kawasan kumuh.
Pria itu adalah Unken, Master Guild Petualang Pond. Ia datang untuk menemui seorang perantara informasi tua yang telah dikenalnya selama puluhan tahun.
Sisi Gelap Istana: Racun dan Para Pecundang
Dari perantara informasi tersebut, Unken mendapatkan fakta-fakta mengejutkan tentang kondisi internal istana:
Narkotika Terlarang: Seseorang di dalam istana membeli obat-obatan terlarang jenis berbahaya yang tidak hanya memberikan kesenangan semu, tetapi juga mengaburkan penilaian dan melemahkan tubuh—seperti racun yang bekerja lambat. Inilah alasan mengapa keputusan Raja belakangan ini terasa tidak logis dan terburu-buru.
C-Rank Rejects (Para Pecundang Peringkat C): Guild pusat di ibu kota mulai memobilisasi petualang yang gagal naik ke Peringkat B karena masalah karakter atau catatan kriminal. Para "pecundang" ini dikumpulkan untuk dipinjamkan ke istana demi tujuan yang masih misterius.
Selain itu, Unken juga mencari tahu tentang kasus pembunuhan Count Morgstadt. Anehnya, dunia bawah ibu kota menganggap kasus itu sudah selesai dengan "penangkapan sang putri", padahal Unken tahu Lavia masih bebas bersama Hikaru.
Sebelum pergi, Unken mengatur pertemuan dengan mata-mata Kekaisaran Quinbrand untuk mengetahui pandangan musuh terhadap krisis Naga Api yang melanda Ponsonia.
Perjalanan Menuju Kadipaten Nightblaze
Sementara itu, Hikaru, Lavia, dan Paula memutuskan untuk segera meninggalkan ibu kota menuju Kadipaten Nightblaze. Mereka menyewa satu kereta kuda mewah seharga 15.000 gilan demi menjaga privasi.
"Keluarga Nightblaze dikenal paling independen di antara tiga Adipati Agung. Rumornya, meski Ponsonia runtuh, Nightblaze akan tetap makmur," jelas Lavia, yang memiliki pengetahuan luas tentang politik bangsawan berkat masa lalunya.
Di dalam kereta yang nyaman itu, suasana sempat menjadi canggung ketika Lavia mulai menginterogasi alasan Hikaru membantu sang Putri.
"Hikaru, jujurlah... apakah sang Putri itu cantik?" tanya Lavia dengan nada menyelidik.
"D-Jangan bilang kau juga ingin mengincar sang Putri?!" timpal Paula, imajinasinya liar membayangkan Hikaru menjadi pahlawan yang membebaskan ratu.
Hikaru terkekeh melihat reaksi mereka. "Putri Kujastria memang sangat cantik. Tapi..." ia menatap Lavia dalam-dalam, "di mataku, kau jauh lebih cantik. Kau jauh lebih penting bagiku, jadi kau tidak perlu khawatir."
Wajah Lavia memerah padam hingga ke telinga. Ia menutupi wajahnya dengan tangan, sementara Paula hanya bisa menatap mereka dengan tatapan datar.
"Aku berharap aku adalah Lavia," gumam Paula pasrah. "Rasanya sangat tidak nyaman menonton pasangan bermesraan di ruang tertutup seperti ini."
Analisis Situasi: Peta Konflik Baru
1. Kondisi Raja (Status Kesehatan)
| Gejala | Penyebab | Dampak Politik |
| Penilaian kabur, tubuh lemah. | Prohibited Drugs (Narkotika). | Memudahkan Pangeran Austrin dan Bendahara untuk memanipulasi takhta. |
2. Ancaman C-Rank Rejects
Ini adalah variabel berbahaya. Para petualang ini memiliki kekuatan Peringkat C namun dengan moralitas yang rusak. Mereka kemungkinan besar akan digunakan sebagai "pasukan kotor" untuk menekan oposisi atau menangkap Kujastria jika ia menolak tunduk pada faksi Austrin.
3. Keuangan Tim Hikaru
Biaya Kereta: 15.000 Gilan (Setara dengan harga satu rumah kecil di desa).
Alasan: Menghindari kuping tajam mata-mata istana yang tersebar di kereta umum.
Rahasia Kadipaten Nightblaze
Kadipaten Nightblaze terletak di sebuah cekungan subur yang dikelilingi pegunungan. Ibu kotanya, Wreath-elka, adalah kota tersibuk kedua setelah ibu kota kerajaan. Di atas bukit yang menghadap ke hamparan ladang gandum, berdirilah kastel megah dengan menara-menara kemerahan—pusat kekuasaan Keluarga Nightblaze.
Misi yang Tak Terduga
Kelompok petualang Four Eastern Stars tiba di Wreath-elka menggunakan kereta mewah yang disiapkan khusus oleh sang Adipati. Namun, Selyse—sang pemimpin yang tajam—segera menyadari ada yang tidak beres.
"Survei dungeon di saat ibu kota sedang kacau? Itu bohong, bukan?" todong Selyse saat bertemu langsung dengan Duke G. Nightblaze di ruang audiensinya.
Sang Adipati, yang tampak sangat lelah dan menua sebelum waktunya, akhirnya mengakui kebenaran tersebut. Ia terpaksa berbohong demi menutupi kelemahan keluarganya di tengah krisis nasional.
"Nona Sophie, aku memohon padamu... selamatkan nyawa putraku."
Kondisi Galeicrada
Di sebuah kamar yang remang-remang dan berbau tajam obat-obatan, terbaring Galeicrada G. Nightblaze. Pemuda itu sangat kurus, kulitnya pucat pasi seperti mayat, dengan napas yang lemah.
Sophie, sang Healer, tertegun. Ia telah menyembuhkan ribuan luka, namun kondisi Galeicrada membuatnya gentar.
"Sihir penyembuhan (Healing) efektif untuk luka fisik, tapi tidak berdaya melawan penyakit," jelas Sophie dengan suara bergetar.
Namun, sang Adipati mengungkapkan informasi krusial dari pihak Gereja: kondisi Galeicrada kemungkinan besar bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan sesuatu yang disebut sebagai "defisiensi fisik bawaan" yang mulai memburuk sejak usia sepuluh tahun.
Meskipun Sophie merasa putus asa, Selyse memutuskan agar kelompok mereka berbagi tugas:
Selyse & Serika: Kembali ke ibu kota untuk melapor ke Guild dan memantau situasi politik.
Sophie & Sara: Menetap di Wreath-elka untuk mencari cara alternatif menyelamatkan sang pewaris Nightblaze.
Analisis Situasi: Teka-Teki Medis Galeicrada
| Gejala | Analisis Awal | Kemungkinan Penyebab |
| Kekurusan Ekstrem | Tubuh tidak menyerap nutrisi atau energi. | Kutukan penyerap energi (Energy Drain). |
| Memburuk di Usia 10 | Bertepatan dengan usia pertumbuhan mana. | Anomali sirkulasi mana atau sirkuit sihir bawaan. |
| Gagal dengan Healing | Struktur sel tidak rusak, namun "kosong". | Defisiensi jiwa atau kontrak sihir terlarang. |
Strategi Four Eastern Stars
Selyse menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dengan tidak memaksakan Sophie, namun tetap memberikan ruang bagi timnya untuk mencoba. Keputusan membagi tim adalah langkah cerdas untuk tetap menjaga legitimasi mereka sebagai petualang Peringkat B di mata Guild pusat.
Catatan Pengamat:
Sementara Four Eastern Stars bergelut dengan keputusasaan medis, mereka tidak menyadari bahwa Hikaru tengah menuju lokasi yang sama dengan informasi dari Roland dan Kujastria. Penyakit Galeicrada bukan hanya masalah medis, melainkan kunci stabilitas kerajaan Ponsonia.
Titik Balik di Kadipaten Nightblaze
Menyebut Four Eastern Stars sebagai secercah harapan terakhir bagi Duke Nightblaze mungkin sedikit berlebihan, namun pada akhirnya sang Adipati memang berpaling kepada mereka. Dan seperti dugaan, hasilnya nihil.
"Oh, Galeicrada..."
Duke yang bermata sembab itu membelai lembut rambut putranya yang tak bergerak. Ia telah meneteskan air mata yang tak terhitung jumlahnya. Istrinya pun telah menyerah pada keputusasaan dan hanya bisa terbaring di tempat tidur selama sebulan terakhir. Berbeda dengan kebanyakan bangsawan, Duke hanya mencintai satu wanita, dan Galeicrada adalah pusat semesta mereka.
"Apakah tidak ada satu pun orang yang bisa menyelamatkan Galeicrada?" gumamnya tanpa mengharap jawaban.
"Boleh aku memeriksanya?" Sebuah suara terdengar dari sudut ruangan.
Duke tersentak. Di hadapannya berdiri sosok berjubah dengan topeng perak yang misterius. Antara takut dan bingung, Duke merentangkan tangan untuk melindungi putranya. "Jika kau adalah malaikat maut dari neraka, aku akan memberikan nyawaku untuk melindungi putraku!"
"Aku bertanya apakah aku boleh memeriksanya. Aku mungkin bisa menyembuhkannya," ujar si topeng perak—Hikaru—dengan nada tenang.
Analisis Mana Sang Anak Adipati
Meskipun ragu, keputusasaan Duke mengalahkan kecurigaannya. Hikaru melangkah mendekati tempat tidur dan menatap Galeicrada.
"Firasatku benar. Aku merasakan mana di jantungnya. Ini dikamuflasekan dengan cerdik agar selaras dengan mana asli Galeicrada, sehingga sulit dideteksi dari luar. Tidak salah lagi, ini adalah sihir kutukan (Sorcery). Mantra inilah yang membuat sihir penyembuhan tidak mempan."
Duke jatuh terduduk. Harapan yang baru saja mati mendadak menyala kembali. "Aku... aku bahkan akan menjual jiwaku pada iblis sepertimu jika ada kesempatan."
"Aku bukan iblis, oke?! Aku Silver Face. Manusia asli," bantah Hikaru ketus.
Hikaru kemudian menghabiskan tiga puluh menit menginterogasi Duke untuk mencari tahu siapa yang pernah bersentuhan dengan Galeicrada di masa lalu.
Soul Board: Evolusi Mana Detection
Di dalam kereta yang terguncang menuju pinggiran wilayah, Hikaru menatap Soul Board-nya. Ia menyadari bahwa level 3 Mana Detection miliknya saja sudah melampaui standar dunia ini, namun ia butuh lebih. Ia pun mengalokasikan poin keterampilannya hingga maksimal.
【Soul Board】Hikaru
Mana Detection: 5 (MAX)
Berkat Baru: Mana Detection God: Child of Magicule.
Dengan kemampuan ini, setiap partikel mana di tubuh Galeicrada terlihat jelas di mata Hikaru. Ia berhasil mengidentifikasi pelakunya: Brunkvan, seorang ahli riset sihir yang pernah mengajar Galeicrada saat berusia sembilan tahun. Brunkvan memberikan "item sihir" untuk dipakai selama tiga hari tiga malam dengan dalih tes bakat—saat itulah kutukan itu ditanam.
Namun, Brunkvan telah meninggal dunia tiga tahun lalu.
Tujuan: Sang Petapa Perbatasan
"Itulah sebabnya kita akan menemui Petapa Perbatasan (Frontier Sage)," jelas Hikaru kepada Lavia dan Paula di dalam kereta. "Brunkvan adalah murid dari Petapa itu. Dia pasti tahu cara melepas kutukan ini."
"Seorang Petapa, ya?" gumam Paula takjub.
Lavia, yang sedang membaca buku untuk mengalihkan rasa mual akibat perjalanan, langsung menutup bukunya. "Aku penasaran apakah mereka punya koleksi buku yang menarik di sana."
"Lavia, fokus. Kita ke sana bukan untuk perpustakaan," tegur Hikaru, meski ia tahu hobi membaca Lavia-lah yang membuatnya mampu menguasai sihir tingkat tinggi seperti Atonement Flame.
Data Teknis: Evolusi Kemampuan Hikaru
| Skill | Level | Efek Baru (MAX) |
| Mana Detection | 5 | Jangkauan hingga 100 meter; mampu melihat partikel magicule secara individu. |
| Life Cloaking | 4 | Menyembunyikan hawa keberadaan dari deteksi makhluk hidup tingkat tinggi. |
| Mana Cloaking | 4 | Menyembunyikan aliran mana agar tidak terdeteksi oleh penyihir lain. |
Catatan Strategis:
Hikaru kini telah mencapai puncak persepsi mana. Dengan bantuan Petapa Perbatasan, ia berencana untuk mematahkan kutukan Galeicrada, yang secara otomatis akan memberikan faksi Kujastria dukungan militer dan politik dari Keluarga Adipati Nightblaze. Ini adalah langkah skakmat bagi Pangeran Austrin.
Sang Pewaris dan Mantra Terlarang
Setelah menempuh perjalanan tiga hari dengan dua kali transit kereta kuda, Hikaru, Lavia, dan Paula tiba di sebuah desa terpencil yang tampak asri. Desa itu sunyi, hanya dihiasi suara tawa anak-anak yang bermain di kejauhan.
Demi menghindari interaksi yang tidak perlu dengan penduduk desa, Hikaru mengaktifkan Group Cloaking. Ia menggandeng tangan Lavia di kanan dan Paula di kiri, meluncur menembus desa tanpa terlihat, hingga sampai di sebuah rumah batu kokoh di kaki gunung yang mengeluarkan aroma ramuan herbal dari cerobongnya.
Pertemuan dengan Sang Petapa
Pintu terbuka, memperlihatkan seorang nenek bungkuk dengan celemek bernoda ungu tua. Namun, Hikaru tidak tertipu. Lewat Mana Detection level maksimalnya, ia melihat aliran mana yang luar biasa kuat dari bros di dada wanita itu.
"Noda di celemekmu berasal dari ekstrak bambu roh ungu untuk melarutkan katalis sihir. Dan bros itu... itu adalah item sihir tingkat tinggi," ujar Hikaru tanpa basa-basi.
Wanita itu tertawa kecil. Kabut mulai menyelimuti tubuhnya, dan dalam sekejap, sosok nenek bungkuk itu berubah menjadi gadis muda dengan rambut ungu tua yang cantik dan tatapan tajam.
"Namaku Brinkra. Petapa Perbatasan yang kalian cari adalah guruku, Tuan Brajita. Beliau sudah lama wafat, dan aku mengambil alih bengkel kerja ini," jelasnya.
Rahasia Ras Man Gnome
Meskipun Brinkra terlihat seumuran dengan Hikaru, sang pemuda segera menyadari kejanggalan pada Soul Board miliknya:
【Soul Board】Brinkra
Usia: 58 Tahun
Pekerjaan: Sorcerer (Pewaris Bengkel Brajita)
Keahlian: Dexterity 3, Medical Tools 4, Invention 2.
Brinkra ternyata adalah seorang Man Gnome, ras yang memiliki umur tiga kali lipat manusia biasa. Itulah sebabnya di usia 58 tahun, ia masih terlihat seperti remaja berusia 19 tahun.
Pengkhianatan Brunkvan
Suasana berubah tegang saat Hikaru menyebut nama Brunkvan. Brinkra mendengus jijik. Ternyata, Brunkvan adalah saudara seperguruan Brinkra yang ambisius.
"Guru kami, Brajita, adalah pria eksentrik yang sangat baik. Ia mengadopsi kami dan memberi kami nama yang mirip sebagai tanda keluarga. Tapi Brunkvan... dia hanya melihat sihir sebagai alat untuk mencari kekuasaan. Dia mencuri katalis sihir guru dan pergi ke istana setelah kami bertengkar hebat," cerita Brinkra dengan mata melembut saat mengenang gurunya.
Ketika Hikaru menjelaskan kondisi Galeicrada G. Nightblaze, wajah Brinkra menjadi sangat gelap.
"Si bodoh itu..." gumam Brinkra. "Mantra yang kau deskripsikan adalah jenis Mantra Terlarang. Guruku mengizinkan kami mempelajarinya, tapi melarang keras menggunakannya pada manusia karena itu sangat tidak etis."
"Apakah bisa dilepaskan?" tanya Hikaru.
Brinkra menatap Hikaru dalam-dalam. "Ada caranya. Itu adalah kutukan yang mengunci aliran mana dari dalam, namun karena itu adalah buatan Brunkvan, aku tahu titik lemahnya."
Analisis Karakter: Brinkra (The Frontier Heiress)
| Aspek | Detail |
| Keahlian Khusus | Pembuatan item sihir dan farmasi herbal. |
| Motivasi | Menjaga warisan gurunya dan membersihkan nama baik aliran Frontier Sage dari ulah Brunkvan. |
| Kunci Konflik | Ia memegang metode penawar kutukan yang ditanamkan Brunkvan pada Galeicrada. |
Strategi Berikutnya
Dengan Brinkra di pihak mereka, Hikaru kini memiliki "penawar" medis yang sah. Brinkra bukan hanya ahli sihir, tapi juga saksi kunci yang bisa membuktikan bahwa penyakit Galeicrada adalah hasil sabotase politik yang direncanakan oleh peneliti istana (Brunkvan), yang kemungkinan besar bekerja di bawah perintah faksi tertentu di kerajaan.
Bahan-Bahan Sang Legenda
Saat kelompok Hikaru berangkat menuju kediaman Petapa Perbatasan, kediaman Nightblaze kedatangan tamu tak terduga.
Sophie dan Sara dari Four Eastern Stars kembali menemui Duke Nightblaze. Sophie, didorong oleh rasa kemanusiaannya, menawarkan diri untuk terus merapalkan sihir penyembuhan pada Galeicrada tanpa meminta imbalan. Meskipun sihir itu tidak bisa menyembuhkan kutukannya, setidaknya itu membantu memperbaiki raut wajah sang pemuda.
Duke yang tampak sedikit lebih tenang akhirnya membeberkan sebuah rahasia kepada Sophie: "Sebenarnya... ada seseorang yang sedang mencari Petapa Perbatasan untuk menolong putraku."
Mantra Purgatory Wedge (Pasak Api Penyucian)
Di rumah batu Brinkra, Hikaru mendengarkan penjelasan teknis tentang kutukan tersebut.
"Kutukan yang digunakan Brunkvan disebut Purgatory Wedge. Ini adalah mantra keji yang perlahan menguras energi kehidupan target, membuatnya seolah-olah mati karena penyakit," jelas Brinkra sambil menunjukkan gulungan perkamen berisi formula sihir.
Brinkra memperingatkan bahwa untuk mematahkan kutukan ini, diperlukan tiga syarat yang hampir mustahil:
Caster (Perapal) Beratribut Suci: Dibutuhkan mana dalam jumlah besar yang selaras dengan atribut Suci (Holy).
Darah Konduktivitas Tinggi: Darah dari monster Peringkat A, seperti Ravine Serpent atau Cóiste Bodhar.
Bagian Tubuh Drakon: Bahan yang dianggap mustahil karena drakon adalah makhluk legendaris.
Kejutan Bagi Sang Sorcerer
Hikaru dengan tenang menanggapi setiap syarat tersebut.
"Untuk perapal, Lavia bisa menggunakan Atonement Flame berkali-kali tanpa kelelahan," ujar Hikaru. Brinkra terbelalak, tidak percaya ada manusia yang memiliki cadangan mana sebesar itu.
Lalu, mengenai syarat ketiga yang paling mustahil, Lavia menunjukkan tongkat sihir pendeknya. Di sekeliling tongkat itu, melilit rambut Naga Api (Fire Drakon) yang mereka dapatkan saat insiden di Hutan Penyesatan.
"Di mana... dari mana kalian mendapatkan ini?!" teriak Brinkra kaget. Dengan adanya bahan legendaris ini, harapan untuk menyembuhkan Galeicrada kini bukan lagi sekadar mimpi.
Intrik Para Adipati Agung
Sementara itu, di ibu kota, Margrave Grugschilt mengunjungi kediaman Duke Jackrune, salah satu dari tiga Adipati Agung. Jackrune adalah pria berusia 70 tahun yang sangat dihormati dan merupakan sepupu Raja.
"Lucha," panggil Jackrune menggunakan nama kecil Grugschilt. "Apakah Putri Kujastria layak menduduki takhta, meski hanya sementara?"
"Aku menjaminnya. Lawrence pun berpikiran sama," jawab Grugschilt mantap.
Duke Jackrune setuju untuk memberikan dukungan penuh. Baginya, ini adalah "tugas terakhir" untuk memperbaiki kerajaan yang telah dirusak oleh korupsi. Grugschilt kini telah mengantongi dua dukungan Adipati (Jackrune dan Golbishop yang oportunis), namun ia tahu bahwa dukungan Duke Nightblaze adalah kuncinya.
Aku tidak akan membiarkan Jackrune mati dalam tugas terakhir ini, batin Grugschilt. Ia kini menggantungkan sisa rencana ini pada keberhasilan pemuda misterius bernama Silver Face untuk menyembuhkan pewaris Nightblaze.
Daftar Bahan Pemutus Kutukan
| Bahan | Sumber | Status |
| Mana Atribut Suci | Lavia (Star Face) | Tersedia (Atonement Flame). |
| Darah Mana Tinggi | Ravine Serpent (Peringkat A) | Target Perburuan (Hutan Perbatasan). |
| Bagian Tubuh Drakon | Rambut Naga Api (Fire Drakon) | Tersedia (Lilitan pada tongkat Lavia). |
0 Comments