Edisi Butler
Episode 1: Aku bereinkarnasi sebagai karakter latar dalam sebuah game otome.
Bagian ini adalah pembuka yang sangat penting karena menetapkan dinamika antara Arcus dan Eleonore, sekaligus menjelaskan latar belakang dunia Otome Game tempat mereka berada.
Berikut adalah versi perbaikan dengan narasi yang lebih tajam, memperbaiki diksi "permen renyah" agar lebih pas, serta memperkuat kontras antara nasib Arcus sebagai figuran dan Eleonore sebagai Final Boss.
Versi Perbaikan: Reinkarnasi Menjadi Figuran yang Terjepit
"Hei, Arcus? Siapa wanita yang kau ajak bicara tadi, hm?"
"Eh, itu... Nona, bisa kita bicarakan ini baik-baik—"
"Aku tidak butuh alasan apa pun!!!"
Seketika, energi magis hitam pekat meluap, membentuk untaian seperti tentakel yang langsung melilit tubuhku dengan erat. Bagi orang biasa, tekanan ini sudah cukup untuk membuat mereka pingsan karena ketakutan. Namun bagiku, sensasinya hanya seperti digigit nyamuk yang sedikit mengganggu.
Masalahnya bukan rasa sakitnya, tapi situasinya. Aku yakin dia tidak menyadarinya, tapi pelukannya—atau lebih tepatnya lilitannya—ini sudah kelewat batas. Aku menghela napas pasrah. Bagaimana semua ini bisa berakhir begini? Padahal sampai detik ini, aku yakin sudah melakukan segalanya untuk mencegah putri dari Final Boss ini jatuh ke dalam kegelapan.
Namaku Arcus Fort, seorang reinkarnator.
Meskipun aku ingat bahwa aku bereinkarnasi, aku tidak memiliki ingatan detail tentang kehidupan masa laluku. Nama asliku, keluarga, atau pekerjaanku dulu, semuanya sirna. Satu-satunya yang aku tahu adalah aku berasal dari sebuah tempat bernama Jepang di planet Bumi.
Dan yang paling penting: dunia ini adalah dunia otome game dari kehidupan sebelumnya.
Judulnya adalah Kingdom of Celestia. Slogannya cukup ambisius, "Bertemu dengan Seratus Takdir." Ceritanya sangat klise; seorang protagonis dari latar belakang rakyat jelata masuk ke akademi bergengsi kaum bangsawan, lalu menjalin cinta dengan berbagai pria tampan di sana. Popularitas gim ini meledak karena jumlah percabangan ceritanya yang masif, sesuai dengan slogannya yang menawarkan seratus rute berbeda.
Namun, di antara seratus takdir dan ribuan karakter itu, nama "Arcus Fort" tidak pernah muncul sekali pun.
Dengan kata lain, aku hanyalah seorang figuran. Karakter latar belakang yang bahkan tidak diberi wajah di layar gim.
Meski aku tidak ingat identitas pribadiku dulu, entah kenapa aku mengingat detail mekanisme dan plot Kingdom of Celestia dengan cukup baik. Sepertinya di kehidupan sebelumnya, aku adalah pemain yang sangat setia (mungkin cenderung obsesif) terhadap gim ini. Tapi tetap saja, aku tidak ingat ada karakter bernama Arcus Fort. Nama itu terdengar asing, lebih mirip nama merek biskuit renyah daripada nama seorang pahlawan.
Yah, mungkin ini berkah tersendiri. Menjadi karakter utama itu merepotkan, bukan? Hidup sebagai figuran terdengar jauh lebih tenang.
Tapi, sejujurnya, nasibku di dunia ini agak menyedihkan. Latar utama gim ini adalah akademi bangsawan di ibu kota, sementara aku hanyalah rakyat jelata dari pedesaan terpencil yang tidak punya koneksi apa pun. Terlebih lagi, aku seorang yatim piatu.
Dalam kondisi seperti itu, hampir mustahil bagiku untuk bertemu dengan para karakter penting dalam cerita. Sebagai mantan pemain, tentu saja aku sedikit kecewa. Aku pernah berpikir, karena ini adalah dunia pedang dan sihir yang luar biasa, aku hanya akan berusaha menjalani hidup sebaik mungkin. Siapa tahu, jika aku beruntung, aku bisa melihat sekilas karakter terkenal dari kejauhan sebagai kenang-kenangan.
Setidaknya, itulah rencana awal hidupku yang damai... sebelum "dia" muncul.
| LIST | NEXT CHAPTER
0 Comments