Header Ads Widget

Perebutan Kuasa di Istana Kerajaan

 Di pusat ibu kota G. Ponsonia, berdiri kastel megah yang menjadi simbol kekuasaan kerajaan. Dindingnya yang menjulang tinggi seolah memberi peringatan bagi rakyat jelata untuk menjaga jarak. Di dalam benteng ini, terdapat kompleks istana yang sangat luas—bahkan cukup untuk menampung seluruh kota Pond di dalamnya.

Di sebuah ruang konferensi yang sejuk berkat perangkat sihir pendingin udara, sekitar lima puluh bangsawan berkumpul. Namun, di balik kenyamanan itu, atmosfer politik terasa sangat menyesakkan.

Putri Kujastria dan Kebuntuan Politik



Kujastria G. Ponsonia, putri kerajaan berusia tujuh belas tahun, duduk dengan wajah tenang yang terlatih, meski batinnya menjerit bosan. Sejak bencana Naga Api, sang Raja—ayahnya—berada dalam posisi terjepit. Upayanya menculik Jillarte untuk menekan Einbiest berakhir gagal total, dan kota benteng Leather-elka sempat jatuh ke tangan musuh sebelum direbut kembali oleh Lawrence sang Sword Saint.

Kini, sang Raja menolak untuk turun takhta, meski Naga Api mengancam akan menyerang kembali jika tuntutannya tidak dipenuhi. Para bangsawan terjebak dalam perdebatan tanpa ujung: menyerah pada Naga akan merusak martabat kerajaan, namun melawan pun mereka tidak memiliki kekuatan.

Ambisi Pangeran Mahkota

Di tengah pertemuan itu, hadir kakak tiri Kujastria, Austrin G. Ponsonia. Tidak seperti Kujastria yang berambut oranye gelombang, Austrin memiliki rambut pirang lurus dan mata biru—warisan dari ratu pertama, Quilmesdalia.

Austrin tampak muak dengan para bangsawan yang hanya pandai menjilat. Bangsawan yang memiliki wilayah kekuasaan bersikap pasif, hanya peduli agar keuangan mereka tidak diperas untuk biaya rekonstruksi. Sementara bangsawan tanpa wilayah sibuk memuji Austrin, berharap kenaikan pangkat saat ia naik takhta nanti.

Tiba-tiba, Austrin mengangkat tangan, membungkam ruangan.

"Ayahanda, Raja kita yang mulia, saat ini sedang menderita secara mental akibat serangan keji Naga Api, sehingga kemampuannya menjalankan tugas harian terganggu," ujar Austrin dingin. "Oleh karena itu, dengan izin Baginda Raja, aku berniat untuk mengambil alih tugas kerajaan sementara waktu. Bagaimana menurutmu, Kujastria?"

Hening mencekam menyelimuti ruangan. Kujastria tahu ini adalah langkah politik untuk menyingkirkan ayahnya secara perlahan.

Kakak... betapa bodohnya, batin Kujastria. Naga Api bisa menyerang kapan saja, dan mereka tidak punya waktu untuk drama perebutan takhta yang berlarut-larut. Namun, demi menghindari kekacauan yang lebih besar, ia tersenyum elegan.

"Ya, tentu saja, Kakak."

Interupsi Sang Margrave

Tepat saat Austrin hendak menyudahi pertemuan dengan kemenangan di tangannya, sebuah suara tegas menghentikannya.

"Mohon hentikan rencana bodoh seperti itu."

Sosok yang berbicara adalah Margrave Ludraska D. Grugschilt. Dengan rambut putih yang disisir rapi dan janggut runcing yang mencerminkan kepribadian tajamnya, ia adalah salah satu orang terkuat di kerajaan. Sebagai penguasa wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Quinbrand, ia memiliki pasukan militer yang legal dan sangat besar.

Grugschilt tidak bisa disuap. Ia didukung oleh para bangsawan administratif yang jujur dan cerdas. Baginya, tugas bangsawan adalah menjaga stabilitas, bukan bermain api di tengah ancaman Naga.


Analisis Faksi: Peta Kekuatan Istana

FaksiPemimpinKarakteristikTujuan
Faksi Royal (Pangeran)Austrin G. PonsoniaAmbisius, didukung bangsawan penjilat.Mengambil alih takhta sesegera mungkin.
Faksi Netral (Putri)Kujastria G. PonsoniaBijaksana, pragmatis, waspada.Menjaga stabilitas agar Naga Api tidak menyerang kembali.
Faksi Reformis (Margrave)Ludraska D. GrugschiltMiliteristik, jujur, anti-suap.Memastikan kerajaan memiliki kepemimpinan yang kompeten melawan musuh eksternal.

..

Perebutan Kuasa di Istana Kerajaan – Bagian 02

Konfrontasi di ruang rapat memanas. Sang Bendahara istana, yang dikenal sebagai pusat korupsi, mencoba membungkam Margrave Grugschilt dengan dalih kesetiaan kepada Pangeran Austrin.

"Tutup mulutmu, babi kotor!" raung Grugschilt.

Suasana menjadi mencekam. Sang Bendahara memerah karena malu, namun ia tidak berani membantah pria yang telah menghabiskan puluhan tahun di baris terdepan pasukan kerajaan. Grugschilt kemudian mengalihkan pandangannya kepada Austrin, mengkritik ambisi sang Pangeran yang ingin mengambil alih tugas raja secara prematur.

"Hukum nasional menyatakan bahwa dalam keadaan darurat, tugas raja akan dijalankan oleh penerus takhta yang sah," ujar seorang pemuda ahli hukum di samping Grugschilt.

"Kalau begitu, tidak ada masalah jika aku yang bertindak, bukan?" sahut Austrin sombong.

"Tentu saja. Silakan lanjutkan—bersama dengan Putri Kujastria," balas Grugschilt tenang.

Kujastria tersentak. Grugschilt sengaja menariknya ke tengah pusaran politik untuk menghalangi Austrin berkuasa secara mutlak.

Sudut Pandang: Four Eastern Stars

Di sebuah kafe elegan, kelompok petualang Four Eastern Stars sedang bersantai. Selyse, Sophie, Sara, dan Serika mendiskusikan gejolak istana tersebut.

"Margrave Grugschilt sangat setia pada kerajaan ini. Dia pasti percaya kerajaan akan lebih baik jika Kujastria yang naik takhta daripada Austrin," ujar Selyse sambil mengelus kepala Sara.

Meski ingin segera pindah ke Teokrasi Bios, Selyse memutuskan untuk menetap sementara di ibu kota untuk mengamati situasi. Apalagi, mereka baru saja menerima komisi khusus dari seorang Duke untuk menyelidiki dungeon yang baru muncul.


Pertemuan Rahasia: Kujastria dan Silver Face

Beberapa hari kemudian, Kujastria yang mengurung diri di kamarnya dikejutkan oleh kedatangan Grugschilt yang memaksa masuk. Margrave itu bahkan sampai bersujud (prostrasi) di hadapan Kujastria, memohon agar sang Putri bersedia menjadi ratu demi menyelamatkan sepuluh juta rakyat Ponsonia dari kehancuran.

Namun, Kujastria tetap menolak. Ia takut akan pertumpahan darah yang akan terjadi jika ia bersaing dengan kakaknya. Setelah Grugschilt pergi, sebuah suara asing tiba-tiba terdengar di kamar yang seharusnya kosong itu.

"Apakah kau mengenal Roland N. Zaracia?"

Kujastria berbalik dan melihat sosok berjubah dengan topeng perak. Silver Face.

"Apakah kau... Roland?" tanya Kujastria dengan nada gemetar.

Hikaru, yang menyusup melalui lorong rahasia di balik cermin, terkejut mendengar Kujastria menyebut nama pemilik tubuhnya yang asli. Meskipun Roland tidak memiliki ingatan tentang Kujastria, reaksi sang Putri menunjukkan hubungan yang lebih dalam.

Kujastria kemudian menunjukkan sebuah dokumen berisi formula sihir. "Aku berniat melanjutkan penelitian tentang sihir penyeberangan dunia milik Roland," akunya.

Insting Sang Panglima



Sementara itu, di pos penjagaan ksatria, Margrave Grugschilt sedang berbicara dengan Lawrence D. Falcon. Grugschilt meratapi kehati-hatian Kujastria yang berlebihan.

Tiba-tiba, Lawrence mengangkat kepalanya dan menatap ke arah jendela kamar sang Putri di lantai lima.

"Ada apa, Lawrence?" tanya Grugschilt.

Tanpa menjawab, Lawrence langsung berlari keluar dengan kecepatan penuh menuju kamar Kujastria. Insting ksatria tingkat tingginya menangkap adanya kehadiran asing yang berbahaya di dekat sang Putri.


Analisis Karakter & Hubungan

1. Kujastria & Roland (Masa Lalu)

Terungkap bahwa Kujastria pernah bertemu Roland di sebuah pesta topeng bangsawan. Roland adalah sosok yang berbeda bagi Kujastria—seorang peneliti yang tulus di tengah lingkungan bangsawan yang korup. Penyesalan Kujastria atas nasib keluarga Zaracia menjadi motivasi tersembunyi di balik sikap pasifnya.

2. Kekuatan Faksi (Berdasarkan Diskusi)

  • Faksi Bendahara (30%): Mendukung Austrin demi mempertahankan budaya suap dan korupsi.

  • Faksi Grugschilt: Memegang kekuatan militer terkuat (Margrave) dan ahli administratif.

  • Four Eastern Stars: Sebagai petualang Rank B (setara Rank 2 tertinggi di benua), kehadiran mereka adalah variabel liar yang bisa mengubah arah konflik.

3. Skill & Teknik yang Digunakan

  • Stealth (Hikaru): Digunakan untuk menyusup ke lorong rahasia "khusus keluarga kerajaan".

  • Mana Detection: Menemukan jebakan sihir di dalam dinding istana.

  • Instinct (Lawrence): Mampu mendeteksi keberadaan Hikaru bahkan dari jarak jauh di pos penjagaan.

Janji Sang Pangeran Cadangan – 

"Kau serius? Ingin melanjutkan penelitian Roland?" tanya Hikaru.

Kujastria mengangguk mantap. "Karena kau mengenal Roland, bersediakah kau membantuku?"

Hikaru terdiam. Tujuan utamanya menyusup adalah mencari informasi status buronan Lavia, namun ia justru terjebak dalam percakapan emosional. Ia bisa melihat bahwa Kujastria menjadikan sihir sebagai pelarian mental dari tekanan berat posisinya sebagai bangsawan.

Interupsi Sang Komandan

BRAK!

Pintu ditendang hingga hancur. Lawrence D. Falcon menyerbu masuk dengan kecepatan peluru. Hikaru yang sempat menonaktifkan Mana Detection karena terbawa suasana, dikejutkan oleh insting Lawrence yang luar biasa.

"Siapa kau?! Menjauh dari Putri!" teriak Lawrence sambil menghunus pedang pendeknya.

"Komandan, berhenti!" seru Kujastria. "Dia adalah pemuda yang mengalahkanmu, bukan? Jika dia mau, dia sudah membunuhku sedari tadi."

Namun, Lawrence tetap siaga. Hikaru, yang tidak ingin mengambil risiko, segera menarik Dagger of Strength-nya dan menempelkannya ke leher Kujastria.

"Jatuhkan senjatamu, atau nyawanya melayang," ujar Hikaru dengan nada monoton yang dingin. Ia hanya perlu mengulur waktu sampai Margrave Grugschilt tiba.

Rencana Sang Margrave: Tahta Sementara

Grugschilt masuk ke ruangan sambil terengah-engah dan segera memerintahkan Lawrence untuk berjaga di luar agar para pelayan tidak mendekat. Setelah situasi terkendali, Margrave memberikan pengumuman yang mengejutkan:

"Putri, aku ingin kau naik takhta. Hanya untuk sementara, sekitar enam bulan hingga satu tahun. Setelah itu, aku menjamin kebebasanmu."

Kata "kebebasan" menghujam jantung Kujastria. Namun, ada syarat hukum yang rumit: tahta hanya bisa diberikan jika tiga Keluarga Adipati (Duke) menyetujuinya. Grugschilt mengusulkan agar Kujastria menikah dengan Galeicrada G. Nightblaze, putra Adipati yang kini sedang sakit parah. Dengan menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Galeicrada bisa mendapatkan anggaran pengobatan negara, dan Kujastria bisa turun takhta setelah ia sembuh.

"Tapi itu... kita memanfaatkan kelemahan mereka," gumam Kujastria yang jujur.


Identitas Tersembunyi: Masked Princess

Hikaru yang mendengarkan perdebatan itu tiba-tiba menyadari sesuatu dari sifat Kujastria yang sangat lurus.

"Apakah kau... Putri Bertopeng?" bisik Hikaru.

Kujastria tersentak. Ingatan Roland tentang seorang gadis yang ia temui di pesta topeng—yang saling berkirim surat dengan nama samaran "Pangeran Bertopeng" dan "Putri Bertopeng"—kini menjadi nyata. Roland tahu identitasnya, namun Kujastria tidak tahu siapa Roland sebenarnya.

"Silver Face, kenapa kau ikut campur?" tanya Grugschilt curiga.

Hikaru menyadari niat asli sang Margrave: ia tidak peduli Galeicrada sembuh atau tidak, ia hanya ingin mencegah Austrin berkuasa.

"Aku ikut campur karena di ruangan ini, hanya akulah yang benar-benar peduli padanya," sahut Hikaru tajam. "Seorang teman yang sudah tiada memintaku untuk menjaga gadis jujur ini."

Hikaru memutuskan untuk membantu Kujastria mendapatkan kebebasannya, sekaligus menyelidiki penyakit Galeicrada sebagai kunci penyelesaian konflik ini.


Analisis Karakter & Rencana Strategis

1. Statistik Soul Board: Lawrence D. Falcon

  • Statistik: Instinct 6 Poin.

  • Kemampuan: Mampu merasakan keberadaan seseorang bahkan saat Stealth aktif jika target lengah secara emosional.

2. Peta Suksesi Kerajaan (Hukum Luar Biasa)

SyaratKetentuanTarget
Persetujuan Adipati3 Keluarga (Jackrune, Golbishop, Nightblaze)Konsensus mutlak.
Konsorsium KerajaanMenikah dengan anggota keluarga G.Galeicrada G. Nightblaze.
Masa Jabatan6 - 12 Bulan.Kujastria mendapatkan kebebasan penuh setelahnya.

3. Hubungan Masa Lalu: Roland & Kujastria

  • Nama Samaran: Masked Boy (Roland) & Masked Princess (Kujastria).

  • Isi Surat: Penelitian akademik sihir penyeberangan dunia.

  • Status: Hikaru kini memikul "wasiat" Roland untuk melindungi Kujastria.


Previous Chapter | LIST | Next Chapter

Post a Comment

0 Comments