Header Ads Widget

Episode 93 Tidak apa-apa. Aku akan menghajarmu sampai babak belur di neraka.

 


Senja di Gerbang Selatan

Gema di Benua

"Oh, jadi begitu akhirnya." "Ya, itu benar-benar gaya Liz yang biasanya."

Annabelle tampak terperangah, sementara Cecilia hanya bisa mendengus kesal—sebuah kontras yang membuat Liz hanya tersenyum tipis. "Semua itu sudah berlalu," ujar Liz menenangkan.

Sore itu, di bawah langit musim dingin yang mulai meredup, Randy dan kelompoknya berkumpul di gerbang selatan ibu kota. Mereka datang untuk mengantar Cecilia dan keluarganya yang akan pulang ke kampung halaman untuk liburan musim dingin.

Sudah dua minggu berlalu sejak badai politik mengguncang kerajaan. Penangkapan jajaran atas Gereja Suci atas tuduhan pencucian otak Santa dan upaya kudeta telah menyebar ke seluruh benua. Persidangan yang sedang berlangsung perlahan mengungkap kebenaran tentang "Hantu Paus" yang ternyata adalah manifestasi dari rumor jahat. Menariknya, makalah yang membuktikan fenomena itu disusun oleh Annabelle sendiri—putri dari seorang uskup agung.

Namun, kebenaran sering kali membawa pil pahit. Ayah Annabelle, Uskup Agung Ridley, terungkap menyalahgunakan dana gereja. Meski dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk menyantuni anak yatim, secara hukum itu tetap dianggap penggelapan. Opini publik terbelah antara yang memuji nuraninya dan yang mengutuk pelanggaran prosedurnya.

"Kami benar-benar minta maaf karena telah menyeretmu dan ayahmu ke dalam keributan ini," ujar Randy sambil menundukkan kepala dalam-dalam, diikuti oleh Liz.

Annabelle menggeleng cepat dengan tawa kecil yang tulus. "Tidak, jangan katakan itu. Tindakan ayahku adalah hasil dari ia mengikuti kata hatinya sendiri. Ia tidak menyesal, jadi aku pun tidak."

Kejujuran Ridley justru menjadi senjata tak terduga. Popularitasnya meroket karena ia terbukti sebagai satu-satunya pejabat gereja yang memiliki integritas, sementara para penjahat kecil di sekelilingnya mulai tertangkap satu per satu. Bagi kerajaan, ini adalah situasi yang canggung, namun bagi Randy, ini adalah sebuah kelegaan besar.


Tentang Permintaan Maaf dan Keadilan

Percakapan kembali pada Catherine. Cecilia, dengan pipi menggembung, masih tidak terima. "Tapi Liza, dari ceritamu, dia sama sekali tidak meminta maaf secara resmi, kan?"

Liz menatap langit yang mulai jingga. "Aku sengaja tidak membiarkannya meminta maaf saat itu."

Bagi Liz, permintaan maaf Catherine di tengah kehancuran mentalnya hanya akan menjadi formalitas belaka—sebuah isyarat kosong yang terbawa suasana.

"Ketika Catherine menemukan sesuatu yang tak tergantikan dalam dirinya, dan benar-benar berdiri dengan kakinya sendiri... jika dia meminta maaf saat itu, barulah aku akan menerimanya," lanjut Liz. "Mungkin terdengar kekanak-kanakan, tapi jika aku memaafkannya sekarang, ia hanya akan merasa menjadi korban. Aku ingin dia berjuang. Itu sebabnya aku menantangnya untuk naik ke puncak yang lebih tinggi, agar aku bisa menjatuhkannya lagi."

Cecilia dan Annabelle saling bertukar pandang, lalu tersenyum kecut. "Kau memang terlalu baik hati, Liz," bisik mereka serempak.


Beban Orang Dewasa

Di sisi lain, Luke dan Randy berbincang dengan nada yang lebih berat. Luke mempertanyakan apakah adil jika Catherine dibebaskan dari tanggung jawab atas kekacauan yang ia picu terhadap Liz.

"Itu tidak relevan," sahut Randy dingin. "Memang Catherine yang menarik pelatuknya, tapi orang-orang dewasa bejat itulah yang menyediakan senjatanya demi memuaskan nafsu mereka sendiri. Kebodohan merekalah yang membunuh mereka sendiri di tangan kami."

Randy meregangkan tubuh, menahan kantuk. "Bagiku, orang-orang dewasa itu sudah membayar utang yang tidak kuberikan pada Catherine. Sisanya? Itu urusan negara."

Luke tersenyum masam. "Jangan sampai kau meratakan ibu kota hanya karena utang lama, ya?"


Cahaya dari Masa Lalu

Saat percakapan beralih pada asal-usul Gereja, Ellie tiba-tiba muncul, mengambil alih tubuh Liz sejenak. Ia mendengus saat Annabelle membahas doktrin kasih sayang yang menjadi fondasi Gereja.

"Pelajaran yang naif dan kekanak-kanakan," gumam Ellie sambil menatap langit.

Ironisnya, ajaran tentang kebaikan dan kasih sayang yang kini menjadi napas kehidupan rakyat adalah versi murni dari apa yang Ellie ajarkan 1200 tahun lalu—sebelum dikorupsi oleh organisasi.

"Aku hanya menyingkirkan para parasit yang memanfaatkan idealismeku," ujar Ellie dengan nada yang tak terduga lembut kepada Annabelle. "Orang jujur seperti kau dan ayahmu tidak perlu merasa memikul beban sejarah ini."

"Terima kasih, Lady Eleonora," bisik Annabelle dengan hormat.

Ellie tertawa hambar, lalu menatap Randy. "Mungkin ini harga yang harus kubayar karena pernah mencintai pria sombong dari masa lalu itu. Sangat mustahil menuntut tanggung jawab pada seseorang yang sudah jadi abu selama satu milenium."

"Jangan khawatir," sahut Randy dengan seringai khasnya. "Nanti kalau aku sampai ke alam baka, aku akan menghajarnya untukmu."

Ellie tertegun, lalu tertawa terbahak-bahak. "Dasar bodoh. Itu tugasku!"

Tawa itu perlahan memudar seiring Ellie kembali ke dalam diri Liz. Liz tersenyum tulus, mencerminkan perasaan Ellie yang sebenarnya. "Dia bilang, dia sangat menikmati momen ini sekarang, jadi dia tidak lagi menyimpan dendam."


Perpisahan di Musim Dingin

"Yah, sudah waktunya," ujar Cecilia. Rambut pirangnya yang ikal berkibar ditiup angin utara yang tajam.

"Cecily, aku pasti akan datang berkunjung ke wilayahmu!" seru Liz sambil menggenggam tangan sahabatnya.

"Aku akan menunggumu!"

Di sisi lain, Randy dan Luke saling membenturkan kepalan tangan—salam perpisahan khas pria.

"Jangan sampai pedangmu tumpul selama liburan," goda Randy.

"Bicara pada dirimu sendiri," balas Luke dengan cengiran. "Musim dingin di pegunungan adalah waktu terbaik untuk latihan keras."

Kereta Cecilia mulai bergerak, menjauh menuju cakrawala. Setelah melambaikan tangan hingga kereta itu hilang dari pandangan, Randy, Liz, dan Annabelle mulai berjalan kembali menuju pusat kota yang kini terasa lebih tenang, namun penuh dengan harapan baru.


Previous Chapter | LIST | Next Chapter

Post a Comment

0 Comments