Header Ads Widget

Episode 71: Chris - Sebuah Kesempatan Telah Tiba

 

Bab: Malam Bulan Baru dan Rencana yang Terdistorsi

Chris, sang "anak emas" yang kini menyimpan dendam membara, belum menampakkan batang hidungnya di akademi meski masa skorsingnya telah usai. Luka-luka akibat hantaman Harrison ternyata jauh lebih dalam dari yang ia duga. Di hadapan orang tuanya, ia bersandiwara dengan dalih "mengambil waktu untuk refleksi diri atas kecerobohan masa lalu," sementara di balik pintu kamar, ia mati-matian menyembuhkan diri dengan sihir ilahi dasar.

Ia menolak meminta bantuan Paus. Baginya, berutang budi pada pemimpin Gereja itu sama saja dengan menyerahkan leher pada jerat yang lebih mencekik.

Malam ketiga setelah skorsingnya dicabut, Chris akhirnya merasa cukup bugar untuk bergerak. Di bawah naungan kegelapan, ia menuju Katedral, tempat terbaik untuk mencuri dengar manuver politik.

Suasana di sana memberikan gambaran yang jelas: Marquisate sedang berada di puncak kejayaannya. Bisnis kecantikan yang meledak dan kereta kuda generasi baru telah membuat pengaruh keluarga Marquis merembes hingga ke lapisan rakyat jelata. Keluarga Kerajaan kini berada di posisi defensif yang memprihatinkan.

Sempurna, batin Chris. Keretakan antara Kerajaan dan Marquisate adalah celah yang ia butuhkan. Namun, ia merasa Marquis terlalu naif karena membiarkan Elizabeth kembali ke pusat perhatian.

Apa dia tidak sadar betapa banyak orang yang ingin melenyapkan putrinya? Atau ini adalah umpan?

Chris yakin, "pelayan" yang selalu mendampingi Elizabeth—Rita—adalah pengawal kelas atas yang ditugaskan khusus untuk menjaga sang putri. Baginya, akademi kini telah berubah menjadi medan perang dingin. Jika Elizabeth tewas di dalam sekolah, perdamaian rapuh antara Raja dan Marquis akan hancur lebur.


Pertemuan yang Menguntungkan

Saat Chris sedang menyusun rencana pembunuhan di sudut katedral, sosok mungil Annabelle Ridley melintas. Sebuah senyum manipulatif terkembang di wajah Chris.

"Oh, Annabelle? Sudah lama sekali kita tidak berbincang."

Annabelle tersentak, wajahnya menunjukkan ketidaknyamanan yang jelas. "L-lama tidak bertemu, Senior Chris."

"Kudengar kau sedang akrab dengan Nona Elizabeth? Klub Penelitian Okultisme, bukan?" Chris mencondongkan tubuh, memasang wajah penuh minat yang palsu. "Apa yang sedang kalian kerjakan? Tujuh Misteri?"

"K-kami hampir menyelesaikannya," jawab Annabelle polos. "Hanya tersisa misteri ketujuh... Menara Bulan Baru."

Mata Chris berkilat. "Menara Bulan Baru? Gedung sekolah lama di tengah malam?"

"Ya. Ayahku melarangku pergi, jadi Senior Randolph dan yang lainnya akan pergi ke sana besok malam untuk mengambil foto."

Chris memancing lebih dalam, "Hanya mereka? Tanpa pengawal? Bukankah itu berbahaya?"

"Sama sekali tidak! Senior Randolph dan Tuan Luke sangat kuat. Beberapa hari lalu mereka bahkan mengalahkan... maksudku, mereka menghadapi Specter bersama-sama."

Hanya Specter? Chris mencibir dalam hati. Informasi ini sangat berharga. Jika Randy dan Luke hanya bisa menang tipis melawan Specter, maka kekuatan mereka masih berada dalam jangkauan yang bisa ia kendalikan. Dan yang lebih penting, ia kini tahu waktu dan lokasinya: Malam Bulan Baru. Besok.

"Begitu ya. Semoga kalian beruntung," ucap Chris sambil melambaikan tangan, matanya menatap punggung Annabelle dengan tatapan predator.


Perkumpulan Gelap dan Sang 'Pelayan Terkuat'

Chris segera menuju sarang Dark Guild, sebuah perkumpulan gelap yang ia sewa untuk mengeksekusi rencana kotornya.

"Besok malam. Target akan berada di gedung sekolah lama," ucap Chris dingin kepada sang pemimpin Guild.

Pemimpin Guild itu mengerutkan kening. "Mendadak sekali. Tapi kami sudah menyelidiki wilayah Victor seperti yang kau minta. Tidak ada petualang kuat di sana yang mengenal 'Tuan Muda' itu. Dia hanya bangsawan biasa."

"Jangan remehkan mereka," Chris memperingatkan. "Akan ada empat orang. Kemungkinan besar mereka mengenakan jubah hitam dari kepala hingga kaki untuk ritual misteri itu."

Chris kemudian memberikan peringatan paling serius, "Hati-hati dengan kediaman mereka. Ada seorang pelayan di sana... Rita."

Chris menceritakan teorinya tentang Rita—sosok pengawal mematikan yang menyamar, alasan mengapa Elizabeth bisa selamat dari hutan terlarang, dan orang yang telah membuatnya menderita luka parah. Di kepala sang pemimpin Guild, potongan-potongan informasi ini menyatu menjadi sebuah kesimpulan mistis: Pelayan ini adalah ancaman tingkat tinggi.

"Baik. Aku akan menugaskan pengawas khusus untuk menahan pelayan itu agar tidak bisa menyusul ke sekolah," janji sang pemimpin.

Chris menyerahkan sekantong besar koin emas, yang terbesar sejauh ini. "Pastikan kali ini tidak ada kesalahan."


Eksekusi di Bawah Langit Tanpa Bulan

Malam berikutnya, kegelapan total menyelimuti akademi. Chris berdiri di atap gedung sekolah utama, berdampingan dengan para pembunuh Dark Guild. Meski tanpa cahaya bulan, mata mereka yang terlatih mampu menangkap bayangan yang bergerak di bawah sana.

"Mereka datang," bisik sang pemimpin Guild.

Empat sosok yang mengenakan jubah hitam pekat terlihat menyelinap masuk melewati gerbang utama menuju gedung sekolah lama yang sunyi. Mereka bergerak tanpa suara, seolah-olah memang berniat untuk menyatu dengan kegelapan bulan baru.

"Para eksekutor, ambil posisi," perintah sang pemimpin.

Para pembunuh bayaran itu lenyap ke dalam bayang-bayang gedung lama secepat kilat. Chris menarik napas dalam, merasakan adrenalin yang memuncak. Di bawah sana, di dalam bangunan tua yang dianggap terkutuk itu, ia akan melihat kejatuhan Randolph dan Elizabeth.

Atau begitulah yang ia yakini.


Previous Chapter | LIST | Next Chapter