Header Ads Widget

Episode 67: Bahkan di acara seperti Conan, ketika mereka mengatakan "Bagian 1!", itu sedikit mengecewakan.

 

Bab: Menatap Jurang Maut dan Rencana Penghancuran Dogma

"Identitas sebenarnya dari hantu itu... Sejujurnya, itu adalah rahasia yang lebih baik tidak pernah kudengar."

Cedric tersenyum kecut sembari menyandarkan punggungnya ke sofa. Randy membalas dengan ekspresi serupa. Awalnya, Randy berniat melaporkan temuan ini ke lembaga penelitian nasional melalui Annabelle. Namun, sebuah pertanyaan mendasar mengubah segalanya: Bagaimana sebenarnya Gereja mendefinisikan hantu selama ini?

Dogma Gereja sangat sederhana dan meresap: Hantu adalah jiwa orang kafir yang menolak Dewi, atau jiwa pendosa yang diusir dari surga. Definisi ini bukan sekadar teologi; ini adalah alat kendali massa agar orang-orang tetap patuh.

Namun, hipotesis Randy menghancurkan fondasi itu. Jika hantu lahir dari imajinasi dan ketakutan manusia, maka Gereja selama ini telah memelihara "monster" melalui khotbah-khotbah mereka sendiri.

"Jadi, ini masalah yang terlalu besar untuk kalian tangani sendiri?" Cedric menatap Randy tajam. "Lalu, mengapa kau membawanya padaku? Dan apa hubungannya dengan 'kamera' itu?"

"Karena kamera ini butuh 'bahan' agar bisa mencetak gambar," jawab Randy tenang. "Kami menggunakan esensi hantu."

Cedric tertegun, lalu menatap langit-langit dengan tawa hambar. Menggunakan hantu—sesuatu yang dianggap jiwa terkutuk—sebagai bahan baku industri? Itu bukan sekadar penghujatan; itu adalah deklarasi perang terhadap tatanan dunia.

"Berhenti, Randy. Informasi setelah ini kemungkinan besar adalah racun yang bisa membunuh kita semua," Cedric menutupi wajahnya dengan satu tangan.

"Yah, kurasa begitu," Randy mengangkat bahu. "Tapi ada alasan lain kenapa aku menunjukkan ini padamu. Aku sedang berpikir... apakah kita bisa menghancurkan Gereja dengan ini?"

Pffft!

Miranda menyemburkan kopinya hingga terbatuk-batuk. "Tuan Randolph! Bukankah itu sedikit terlalu... radikal?"

"Oh, tenanglah. Itu hanya metafora," Randy menyeringai tipis. "Maksudku, kita bisa menghancurkan pilar kebohongan mereka. Membasmi para petinggi korup yang memanen ketakutan rakyat demi kekuasaan."

Cedric mencondongkan tubuh, matanya yang biasa ramah kini sedingin es. "Kau tahu kepemimpinan Gereja memang busuk, tapi menyerang mereka secara langsung? Apa rencanamu, Randy?"

"Aku punya ide, tapi aku yakin kau jauh lebih ahli dalam mengolah informasi ini daripada aku, Kak," Randy menatap Cedric dengan penuh keyakinan. "Lagipula, Kerajaan pada akhirnya akan tahu. Annabelle ada di pihak kita, dan dia tidak punya kewajiban untuk tutup mulut demi kepentingan Marquisat."


Intervensi Sang Penyihir Kuno

Saat Randy mulai menjelaskan teknis mana yang terkontaminasi miasma dan mekanisme kemunculan entitas dari imajinasi, suasana ruangan mendadak turun beberapa derajat.

"Hipotesismu benar, bocah," sela sebuah suara yang berat dan penuh wibawa.

Itu Eleonora. Ellie, yang biasanya bersikap santai, kini duduk tegak dengan aura yang mengintimidasi. "Aku tahu segalanya. Sebagai penyihir dari era kuno, aku telah melihat bagaimana informasi ini menghancurkan sebuah negara."

Ellie menceritakan tentang Nosferatu, sang Raja Mayat Hidup. Sebuah entitas yang lahir bukan dari kematian alami, melainkan dari ritual terlarang yang melibatkan pembantaian ratusan jiwa yang diliputi ketakutan luar biasa. Semakin besar rasa takut dan imajinasi tentang "kematian yang tidak adil", semakin kuat monster yang terwujud.

"Dunia ini memang gila," gumam Randy pedas.

"Informasi ini adalah jurang maut, Randy," Ellie menatapnya dengan niat membunuh yang samar. "Kau menemukannya secara kebetulan, dan aku salut padamu. Tapi manusia itu rapuh. Mengetahui kebenaran ini sama saja dengan menatap monster yang siap menelanmu. Apakah kau siap?"

Suasana menjadi begitu mencekam hingga Rita menggigil ketakutan. Namun, Randy justru tertawa kecil, memecah ketegangan yang dibangun Ellie.

"Ada apa, Ellie? Kau sedang mengkhawatirkanku?"

"Siapa yang peduli padamu—!" Ellie meringis, namun Randy justru memajukan posisinya, menatap langsung ke mata sang penyihir kuno.

"Aku menghargai kekhawatiranmu, tapi percayalah sedikit padaku. Sejak Liz memberikan petunjuk pertama, aku sudah memikirkan cara untuk menghadapi jurang maut ini."

Ellie menaikkan alisnya. "Oh? Kalau begitu ceritakan, bagaimana caramu melawan ketakutan seluruh dunia?"

Randy menyeringai penuh kemenangan, sebuah ekspresi yang membuat Cedric dan Miranda merinding sekaligus kagum.

"Caranya sederhana. Kami akan menyiarkannya ke seluruh dunia melalui alat ini. Kami akan membanjiri jalanan dengan kebenaran bahwa hantu hanyalah proyeksi imajinasi kolektif. Kita akan membunuh ketakutan itu... dengan mengeksposnya hingga menjadi sesuatu yang biasa."


Previous Chapter | LIST | Next Chapter