Header Ads Widget

Episode 46: Pemburu Hantu!

 


Gadis Okultisme dan Alat Penjerat Arwah

Sesampainya di ruang bawah tanah, Randy dan Liz disambut oleh koridor remang-remang yang pengap. Bau debu dan kelembapan yang khas seolah mengonfirmasi bahwa tempat ini memang sarang bagi para peneliti yang lebih suka berurusan dengan kegelapan daripada sinar matahari.

"Suasananya... sangat tematik," gumam Randy kecut.

"Ini pertama kalinya aku turun sejauh ini," Liz menimpali, jemarinya sedikit gemetar saat mencari papan nama Masyarakat Penelitian Makhluk Ajaib. Namun, alih-alih menemukan kelompok itu, mereka justru disambut keheningan.

Tok, tok, tok.

Ketukan Randy bergema di sepanjang lorong sunyi. Tidak ada jawaban. Namun, tepat ketika mereka hendak menyerah, pintu di sebelah mereka berderit terbuka perlahan.

"Eeeek!" Liz memekik pelan, refleks bersembunyi di balik punggung Randy sambil mencengkeram erat ujung bajunya.

"Eh, maaf... kelompok itu sedang libur hari ini," suara lembut seorang gadis memecah ketegangan.

Randy menoleh dan mendapati seorang siswi bertubuh mungil dengan rambut cokelat halus yang tampak berkilau meski di bawah cahaya redup. Matanya yang besar dan berkaca-kaca menatap mereka dengan ragu.

"Oh, maaf sudah mengganggu," ujar Randy. Liz, yang menyadari reaksinya terlalu berlebihan, perlahan muncul dari balik punggung Randy sambil merapikan gaunnya. "Y-ya, benar. Terima kasih atas informasinya..."

Namun, begitu Liz menatap wajah gadis itu dengan jelas, matanya membelalak. "Tunggu... kau Lady Annabelle?"

"Lady Elizabeth?" Gadis itu balik berseru, wajahnya seketika cerah. "Anda masih mengingat saya?"


Tunangan Sang Musuh dan Klub Terlarang

"Tentu saja," Liz tersenyum lembut. Ia kemudian berbisik pada Randy untuk menjelaskan situasinya. "Dia adalah Annabelle, tunangan dari Chris Lowe."

Randy langsung waspada. Chris Lowe—putra Menteri Kehakiman yang arogan dan salah satu tokoh yang berpotensi menjadi ancaman. Namun, melihat betapa polos dan rapuhnya Annabelle, sulit membayangkan dia terlibat dalam rencana busuk tunangannya.

"Saya tidak menyangka Anda akan berakhir seperti ini, Lady Elizabeth..." Annabelle menunduk sedih, merujuk pada pembatalan pertunangan Liz yang menggemparkan.

"Tidak apa-apa, Annabelle. Aku justru menemukan kehidupan yang lebih berwarna sekarang," jawab Liz tulus. "Lalu, apa yang kau lakukan di ruang bawah tanah sesunyi ini?"

Wajah Annabelle sedikit merona, suaranya mengecil. "Saya... saya anggota Klub Penelitian Okultisme."

"Okultisme?" Liz bergidik ngeri, membayangkan ritual pemanggilan setan. Namun, mata Randy justru berbinar. "Hal-hal gaib? Menarik sekali! Nona Annabelle, apa saja yang kalian teliti di sana?"

Sebelum Liz sempat menariknya pergi, Randy sudah melangkah masuk ke dalam ruang klub yang ternyata—di luar dugaan—sangat rapi, bersih, dan penuh dengan rak buku yang tertata sempurna.


Kolaborasi Alat Magis yang "Ilegal"

"Kegiatan utama kami adalah meneliti fenomena roh. Kami mencoba menangkap hantu untuk memahami sisa ingatan mereka," jelas Annabelle dengan lancar, seolah baru saja menyalakan sakelar semangat dalam dirinya.

"Menangkap hantu? Bagaimana caranya?" tanya Randy penasaran.

Annabelle tersenyum misterius. Ia mengambil sebuah alat dari lemari kaca. Bentuknya transparan dengan pipa pengisap dan tangki penyimpanan di bagian belakang. Begitu Randy melihatnya, ia langsung memegangi kepalanya sambil mengerang.

(Kalian para pengembang game ini benar-benar tidak punya rasa malu!) teriak Randy dalam batinnya.

Alat itu—siapa pun yang pernah memainkan game tentang tukang ledeng berambut hijau yang memburu hantu di rumah hantu pasti akan mengenalinya.

"Alat ini memancarkan berkas cahaya khusus dari batu sihir untuk menjerat tubuh spiritual, lalu menyerapnya ke dalam wadah ini," jelas Annabelle bangga. "Ini hasil kolaborasi unik dengan anggota Masyarakat Alat Magis."

(Bukan hanya Ghost-busters, ini bahkan gabungan dengan teknologi penjerat dari anime monster kantong!) Randy ingin sekali memprotes desain "plagiat" dunia ini, namun ia hanya bisa tersenyum getir.

"Lalu, selain menangkap hantu, apa lagi?" tanya Randy, mencoba mengalihkan pikirannya yang mulai kacau.

"Kami juga meneliti Tujuh Misteri Sekolah dan peninggalan kuno yang bisa merekam gambar masa lalu melalui media tertentu..."

Suara lonceng besar di ruangan itu berdentang, menandakan waktu operasional klub berakhir. Annabelle meminta maaf karena harus pergi, namun ia mengundang Randy untuk datang lagi di hari lain.


Katalisator yang Tak Terduga

Saat mereka berjalan kembali ke permukaan, matahari sudah hampir tenggelam sempurna, mewarnai koridor dengan cahaya jingga yang panjang.

"Kita tidak mendapat info monster hari ini, tapi bertemu Annabelle adalah kejutan besar," ujar Randy sambil merangkul bahu Liz dengan santai.

"Dan kau malah menjanjikan eksplorasi Tujuh Misteri Sekolah dengannya," Liz mendengus, meski ada senyum di wajahnya. "Bagaimana dengan proyek kameramu?"

"Tenang saja. Entah kenapa, aku merasa alat aneh Annabelle tadi adalah kunci yang selama ini kucari."

Randy tertawa percaya diri. Ia belum tahu bahwa pertemuan dengan Annabelle bukan sekadar kebetulan. Gadis okultisme itu nantinya tidak hanya akan membantu menyelesaikan mekanisme penangkapan cahaya pada kameranya, tetapi juga menjadi kartu truf untuk menggagalkan konspirasi besar yang sedang disusun oleh tunangannya sendiri, Chris Lowe.


Previous Chapter | LIST | Next Chapter