Header Ads Widget

Episode 100: Penemuan adalah serangkaian kebetulan dan kegagalan

 


Bab: Rahasia Hutan Terkutuk dan Serat Pembangkit Panas

Randy melangkah keluar dari mansion dengan kepala yang nyaris berasap. Ia tahu konsep heat-tech di dunianya dulu menggunakan prinsip pembangkitan panas melalui penyerapan kelembapan (keringat). Masalahnya, ia bukan ilmuwan tekstil.

"Bagaimana mungkin air yang dingin bisa berubah jadi panas hanya karena menyentuh kain?" gumamnya frustrasi.

Logika penguapan yang ia tahu justru mendinginkan tubuh. Namun, di dunia sihir ini, hukum alam sering kali punya "pintu belakang". Jika ia tidak bisa menemukan teknologinya, ia harus menemukan makhluk yang sudah memiliki kemampuan itu secara alami.

"Sinar inframerah... panas bumi... pasti ada makhluk di Hutan Terkutuk yang berevolusi untuk bertahan di titik nol derajat."

Tanpa membuang waktu, Randy memacu langkahnya menuju kota di bawah kastil. Tujuannya satu: Markas Persekutuan Petualang.

Intelijen dan Permainan Politik

"Monster yang bisa mengeluarkan panas? Kalau ada, kami sudah memakainya jadi selimut sejak dulu, Tuan Muda," Ian, pemimpin kelompok Steel Lion, tertawa hambar sambil menyeka keringat setelah berburu.

Randy mendesah, bahunya merosot. Namun, matanya tertuju pada hasil buruan Ian: seekor Ular Hitam (Black Snake) peringkat A.

"Kenapa kalian bisa menemukan ular di puncak musim dingin? Bukankah mereka hibernasi?" tanya Randy heran.

"Mereka menggali lubang jauh ke bawah tanah," sapa Sean, sang pendeta. "Ian benar, mereka punya semacam indra untuk merasakan panas. Mereka tidak butuh cahaya di dalam lubang gelap."

"Organ Pit!" seru Randy spontan.

Ian mengernyit, tapi Randy tidak peduli. Otaknya langsung memproses informasi: Organ pit pada ular berfungsi mendeteksi radiasi inframerah. Jika ia bisa membedah organ itu dan menggabungkannya dengan sihir, ia bisa "melihat" panas.

Di sela percakapan, Emma, sang penyihir, berbisik pelan, "Tuan Muda, hati-hati. Jaringan kami mendengar bahwa Count Shadler sengaja menaikkan harga bijih sihir karena mendapat lampu hijau dari pemerintah Kadipaten. Mereka ingin membuat Victor bertekuk lutut dan meminta bantuan pemerintah."

Randy menyeringai dingin. Wajah "malaikatnya" sesaat berubah menjadi topeng iblis yang membuat para petualang peringkat A itu bergidik.

"Jadi pemerintah ingin mencicipi keuntungan Victor? Mereka pikir dengan mencekik pasokan pemanas, kami akan menyerah?" Randy mendengus. "Perang dan pertempuran itu beda. Mereka mungkin punya pasukan, tapi Victor punya ketahanan. Akan kutunjukkan pada mereka bahwa membekukan Victor adalah kesalahan terbesar dalam sejarah Kadipaten."


Eksperimen di Gua Grimbear

Randy melesat ke Hutan Terkutuk. Setelah pergulatan singkat dengan seekor Ular Hitam—yang berakhir dengan leher ular itu remuk di tangan Randy—ia berhasil mengambil organ yang ia butuhkan.

Di dalam sebuah gua yang hangat, Randy mulai bekerja dengan teliti. Menggunakan pisau kecil dan sihir penguat, ia menyatukan saraf organ pit ular ke sebuah lensa kacamata darurat.

"Selesai! Kacamata Sensor Inframerah!"

Ia memakainya dengan bangga. Hasilnya? Gelap total.

"Sial, sepertinya radiasi matahari di luar atau kurangnya energi sihir membuatnya tidak berfungsi," umpatnya. Ia melampiaskan kekesalannya dengan memukul jatuh dua ekor Grimbear yang mencoba menyerangnya di dalam gua.

Sambil duduk di tumpukan rumput kering milik sarang Grimbear, Randy merenung. Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu. Bagian bawah tubuhnya terasa hangat. Padahal ia tidak sedang menyalakan api besar.

Ia menatap rumput itu. Bentuknya aneh, batangnya setebal kelingking dan sedikit kenyal.

"Tunggu... Grimbear tidak pernah kedinginan meski tidak punya lemak setebal beruang kutub. Apa mungkin karena..."

Randy mengambil sebatang rumput itu, mengupas kulitnya, dan memeras parenkim di dalamnya. Ia mencoba mengeringkannya di dekat api kecil. Eksperimen demi eksperimen dilakukan. Ia menyadari bahwa serat tanaman ini—sebut saja Rumput Termal—memiliki reaksi unik: ia menyerap kelembapan udara (atau keringat) dan melepaskan energi kinetik dalam bentuk panas sebagai reaksi alami tanaman untuk mencegah pembekuan selnya.

"Ini dia! Ini jauh lebih baik dari kacamata ular itu!"

Randy segera memilin rumput-rumput kering tersebut menjadi serat halus dan menyelipkannya ke dalam lapisan pakaian dalamnya. Dalam hitungan detik, rasa hangat yang nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Ini bukan efek plasebo. Ini nyata!" seru Randy ke arah dinding gua yang sunyi.

Penemuan ini lebih dari sekadar pakaian hangat. Jika ia bisa memproduksi massal pakaian dari serat ini, Victor tidak akan butuh lagi bijih sihir dari Count Shadler. Ia baru saja menciptakan senjata ekonomi yang akan meruntuhkan monopoli tetangganya sekaligus mempermalukan pemerintah Kadipaten yang rakus.

"Mari kita lihat wajah Shadler saat aku membagikan 'pakaian dalam ajaib' ini ke seluruh penduduk," Randy tertawa kecil, melangkah keluar gua menuju kegelapan musim dingin dengan tubuh yang tetap hangat membara.


PREVIOUS CHAPTER | LIST | NEXT CHAPTER

Post a Comment

0 Comments