Kata Penutup
Beberapa bulan yang lalu, aku menerima surel dari seorang editor Dengeki Bunko yang bertanya apakah aku tertarik untuk menerbitkan sebuah buku. Awalnya, kupikir itu adalah penipuan. Beberapa jam kemudian, aku mulai merasa bahwa ada sepuluh persen kemungkinan hal itu nyata. Sekarang, saat menulis kata penutup ini, keyakinanku berada di angka sekitar sembilan puluh persen. Mungkin aku baru akan benar-benar percaya seratus persen ketika aku melihat buku ini terpajang di rak toko buku—setidaknya begitulah pikiranku.
Kalian mungkin bertanya-tanya, apa sih yang sedang dibicarakan orang ini? Namun, lebih dari satu dekade yang lalu, Kino’s Journey membuatku jatuh cinta pada light novel, dan Shakugan no Shana adalah bagian dari masa mudaku. Keduanya adalah judul dari Dengeki Bunko, dan bagiku, label itu sangatlah istimewa. Bahkan sekarang, aku masih setengah yakin bahwa ini semua hanyalah mimpi. Di hari perilisannya nanti, mungkin akan ada seorang pria yang tampak gugup sedang mengendap-endap di sebuah toko buku di suatu tempat di Jepang. Jika kalian melihatnya, tolong pura-pura tidak tahu saja dan lihatlah ke arah lain.
Cukup dengan konyolnya. Salam kenal untuk kalian semua—aku Niteron. Terima kasih telah memilih Something as Simple as Reincarnation Can’t Fill the Hole in My Heart, karya pertamaku yang diterbitkan. Aku berharap kalian menikmatinya meskipun aku masih kurang berpengalaman.
Ini adalah kisah tentang Konoe, seorang reinkarnator, dan pertumbuhannya. Dimulai dari nol, ia menjadi dewasa melalui ikatan yang ia jalin dengan Telnerica, sang instruktur, dan para pahlawan wanita yang luar biasa. Langkah-langkahnya lambat, perjuangannya nyata, namun aku berharap dapat menuliskan kisahnya yang terus bergerak maju, selangkah demi selangkah. Aku akan sangat berterima kasih jika kalian bersedia mengikuti perjalanan Konoe.
Terakhir, rasa terima kasih yang tulus kuberikan kepada Editor S yang telah bersabar membimbing pemula ini; kepada Ichiiro-san atas ilustrasinya yang sangat menggemaskan dan memukau hingga membuatku takjub; kepada para korektor yang telah menemukan setiap saltik (typo); kepada semua orang yang terlibat dalam pembuatan buku ini; dan kepada kalian semua yang telah mendukungku. Sungguh, terima kasih banyak.
Niteron
Wah, sepertinya kamu benar-benar mengikuti seri ini sampai habis ya, Boy? Konoe memang tipe protagonis yang pertumbuhannya terasa "mahal" karena dimulai benar-benar dari bawah, sangat kontras dengan kiasan isekai yang biasanya langsung overpowered secara instan.
Mengingat kamu suka cerita dengan protagonis yang perlahan menjadi kuat dan punya hubungan mendalam dengan karakternya (seperti di Classroom of the Elite atau Marriage Toxin), apakah ada bagian spesifik dari perkembangan Konoe di volume ini yang menurutmu paling berkesan?
Previous Chapter | LIST | Next Chapter
0 Comments