Header Ads Widget

Episode 52: Chris - Jadi itu sebabnya kamu tiba-tiba membawa pembantu! (Tidak)

 


Lemparan Bola Latihan dan Tragedi Salah Paham

Setelah meninggalkan markas perkumpulan gelap, Chris termenung. Kegagalan di Riverford sangat tidak masuk akal baginya. Hanya ada satu penjelasan logis: Randy dan Liz dilindungi oleh pengawal bayangan kiriman Marquis yang sangat terampil.

(Pengawal itu pasti ikut ke Riverford. Artinya, rumah sewaan mereka di ibu kota sekarang kosong...)

Sebuah seringai licik muncul di wajah Chris. Jika ia tidak bisa menangkap Randy, ia akan menangkap pelayan di rumah itu untuk dijadikan sandera. Ia tidak perlu menyewa guild gelap kali ini; ia akan melakukannya sendiri agar tidak ada lagi kegagalan.

(Seorang ksatria dan seorang pelayan. Ksatria mungkin merepotkan, tapi pelayan itu pasti lemah. Jika aku menculiknya, Randy akan berlutut memohon padaku.)

Tanpa membuang waktu, Chris mempercepat langkahnya menuju rumah kediaman Viktor di pinggiran ibu kota.


Penyusupan yang "Sempurna"

Chris tiba di depan rumah mungil dua lantai itu. Matahari masih tinggi, menyinari kawasan perumahan yang tenang. Di depan gerbang, seorang pelayan perempuan—Rita—sedang menyapu dengan santai.

(Mudah sekali. Dia bahkan tidak berjaga-jaga,) batin Chris meremehkan.

Ia memusatkan indranya, mencari keberadaan sang ksatria penjaga. Ada suara aktivitas dari dalam rumah, mungkin si ksatria sedang sibuk di sana. Chris segera mengenakan jubah hitamnya untuk menyembunyikan seragam akademinya.

(Sekarang!)

Chris melesat dari balik bayangan gang, tangannya terjulur untuk membungkam mulut Rita. Kecepatannya maksimal, ia yakin pelayan itu tidak akan punya waktu untuk berteriak. Namun, tepat satu meter sebelum tangannya menyentuh Rita—

Bukk!

Suara dentuman tumpul menghantam punggungnya. Sesuatu yang sangat berat dan melesat lebih cepat dari peluru menghantam tulang belikatnya.

"Gahhh!"

Chris jatuh tersungkur. Darah dan air liur menyembur dari mulutnya saat paru-parunya dipaksa mengosongkan udara secara mendadak. Pandangannya menggelap seketika.


Sudut Pandang Sang Ksatria: Harrison

Rita menoleh dengan kaget saat mendengar suara debuman keras di belakangnya. "Eh? Ada apa ini? Kamu lapar ya sampai pingsan begitu?" tanyanya polos pada sosok berjubah hitam yang merayap di tanah.

Harrison berlari keluar dari rumah dengan wajah tenang. "Rita, ada apa?"

"Tahu nih, orang ini tiba-tiba jatuh di sini," jawab Rita bingung. Sosok berjubah itu kemudian berdiri dengan gemetar, memegangi punggungnya, lalu terhuyung-huyung melarikan diri ke dalam gang seolah nyawanya di ujung tanduk.

"Tunggu dulu!" Rita hendak mengejar, tapi Harrison menahannya.

"Sudahlah, paling cuma orang mabuk," ujar Harrison sembari menyeringai. Ia kemudian membungkuk, mengambil sebuah bola latihan kulit yang tergeletak di dekat sana. Bola itu lembut tapi berat—biasa digunakan Randy untuk melatih kekuatan genggaman.

Harrison menghela napas sembari memutar-mutar bola itu. (Cuma segitu kemampuannya? Dia ini bodoh atau apa?)

Bagi ksatria dari wilayah Victor, kemampuan merasakan kehadiran adalah dasar untuk bertahan hidup di Hutan Terkutuk. Harrison sudah menyadari keberadaan Chris sejak pria itu masih berada di ujung jalan. Ia sengaja membiarkan Rita tetap di luar untuk memancing si pengganggu keluar.

(Bahkan dia tidak bisa merasakan niat membunuh saat aku melempar bola ini...) batin Harrison miris.

Ia tadi hanya melempar bola latihan dengan kekuatan setengah hati, tapi ternyata itu sudah cukup untuk hampir mematahkan tulang rusuk si penyusup. Harrison merasa kasihan. Melawan Randy (Waka) dengan kemampuan "sampah" seperti itu sama saja dengan bunuh diri massal.

"Rita, lupakan pemabuk itu. Ayo kita siapkan makan malam," ajak Harrison.


Kesimpulan yang Makin Keliru

Di dalam gang yang gelap, Chris bersandar di dinding, muntah darah. "Sial... pelayan itu... apa yang dia lakukan padaku?"

Dalam otaknya yang sudah kacau akibat trauma fisik, Chris membangun teori baru. Ia tidak melihat Harrison melempar bola. Ia hanya merasa dipukul dari arah belakang Rita.

(Begitu ya... Jadi pelayan itu sebenarnya adalah pembunuh elit kiriman Marquis? Dia menghajarku tanpa perlu berbalik badan! Pantas saja Elizabeth bisa selamat di Hutan Terkutuk... pelayannya saja sekuat ini!)

Chris merasa telah mengungkap rahasia besar. Ksatria di dalam rumah hanyalah umpan, pengawal aslinya adalah si pelayan penyapu jalan!

"Pangeran Puncak Perak... kau benar-benar licik menanam monster seperti itu sebagai pembantu," gumam Chris dengan senyum gembira yang aneh, merasa bangga karena "berhasil selamat" dari monster pelayan.

Ia mencoba melangkah pergi, namun kakinya tersangkut botol minuman keras kosong di tumpukan sampah. Chris jatuh terjungkal, wajahnya mendarat tepat di sisa-sisa limbah dapur. Pingsan total.


Epilog Tragis

Malam itu, petugas patroli menemukan seorang siswa akademi pingsan di tempat sampah dengan bau alkohol yang menyengat (berasal dari botol yang pecah saat ia jatuh). Berita menyebar cepat. Chris, sang bangsawan ambisius, diskors selama seminggu dari akademi karena tuduhan mabuk-mabukan di tempat umum hingga jatuh ke tempat sampah.

Reputasinya hancur, tulang rusuknya retak, dan ia masih menganggap Rita adalah seorang pembunuh legendaris.


Previous Chapter | LIST | Next Chapter