Bab: Pion dan Pemain di Papan Catur Livernant
Sore hari setelah debu arena latihan mengendap, Randy dan Liz melangkah menuju lantai atas gedung Guild. Di sana, di sebuah ruangan yang tenang dan beraroma kayu tua, Aaron Knightley telah menunggu.
Tanpa basa-basi, sang Kepala Guild menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Atas nama Guild Petualang, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas insiden memalukan kemarin."
Randy menyandarkan punggungnya di kursi beludru, ekspresinya tenang. "Lupakan saja. Aku yang memancingnya, meski Cain yang menarik senjatanya duluan. Anggap saja kita impas."
"Impas?" Aaron menghela napas, menatap Randy dengan pandangan yang sulit diartikan. "Kau baru saja menghancurkan reputasi satu-satunya petualang peringkat S di Kadipaten ini. Viktor benar-benar telah melahirkan seekor monster."
"Monster? Sungguh tidak sopan," dengus Randy. "Ayahku masih jauh lebih mengerikan dariku."
Aaron memijat pelipisnya. Ia tahu itu benar. Alan Victor—mantan muridnya sendiri—bukanlah pria yang bisa diremehkan. Namun melihat pertumbuhan Randy yang melampaui logika, Aaron merasa dunia ini sedang berubah dengan cepat.
Benalu di Tubuh Guild
"Jadi, Aaron," Randy menyeringai, matanya berkilat tajam. "Apakah semua keributan kemarin berjalan sesuai skenariomu?"
Aaron terdiam sejenak sebelum mengangguk pasrah. "Sebagian besar. Guild ini awalnya didirikan sebagai organisasi independen yang menjunjung noblesse oblige tanpa terikat rantai negara. Namun, seiring waktu, kami menjadi serakah. Kami butuh dana, dan dana berarti keterikatan dengan para penguasa."
Ia melanjutkan dengan nada pahit, "Peringkat S saat ini bukan lagi soal pencapaian legendaris, melainkan alat politik. Cain Bloodrage adalah produk dari rekomendasi Count Shadler. Dia adalah pion yang disisipkan di Livernant untuk memastikan industri energi tetap dalam kendali mereka."
Liz, yang sedari tadi diam, tiba-tiba angkat bicara. Suaranya dingin, seolah dilapisi es. "Jadi, kau membiarkan Randy bertarung hanya untuk menghancurkan alat politik itu? Kau menggunakan tunanganku sebagai obat pembersih untuk kotoran di organisasimu sendiri?"
Aaron merasakan tekanan magis yang halus namun mengancam dari arah Liz. Namun sebelum ia sempat menjawab, Randy menepuk bahu Liz dengan lembut.
"Liz, tenanglah. Aku tahu aku dimanfaatkan, tapi aku pun memanfaatkan panggung yang dia berikan," ujar Randy. "Cain bukan hanya petualang; dia adalah simbol kepercayaan rakyat pada Shadler. Dengan menghajarnya setelah membongkar kebohongan tentang 'penurunan produksi tambang', aku telah mengguncang fondasi kekuasaan Shadler di mata publik."
Randy tersenyum tipis. "Malam ini, seluruh Livernant akan bertanya-tanya: Jika Shadler berbohong soal stok bijih sihir demi menaikkan harga, kebohongan apa lagi yang mereka sembunyikan? Itulah gaya bertarung keluarga Victor."
Dokumen Kuno dan Rahasia Sang Ayah
Suasana mereda saat kemarahan Liz berubah menjadi kekaguman yang tenang pada rencana Randy.
"Baiklah," Aaron memecah kesunyian sambil menarik selembar dokumen. "Guild akan memberikan dukungan penuh bagi anggaran pembangunan jalan menuju Hutan Terkutuk. Menjamin keselamatan petualang adalah prioritas kami."
Ia terkekeh pelan. "Sebenarnya, aku berharap Alan sendiri yang datang untuk menegosiasikan ini. Aku ingin melihat bagaimana dia menangani tikus-tikus di organisasi ini."
"Ayah pasti punya caranya sendiri," gumam Randy, merasa sedikit penasaran.
"Kau mungkin tidak banyak tahu tentang sisi lain ayahmu, Randy. Dia adalah pria paling berprestasi sekaligus paling berbahaya yang pernah kukenal. Ada alasan mengapa dia dikirim ke perbatasan yang paling mematikan," ujar Aaron dengan nada penuh hormat.
Randy mengangguk, menyimpan informasi itu dalam benaknya. "Satu hal lagi, Aaron. Aku butuh akses ke koleksi dokumen kunomu. Terutama yang berkaitan dengan prasasti magis (rune)."
Aaron mengerutkan kening, namun kemudian tersenyum lega. "Dokumen kuno? Aku punya beberapa. Anggap saja ini bayaran atas risiko yang kau ambil kemarin. Aku tidak ingin berutang budi pada seorang pemuda yang bisa menghancurkan peringkat S tanpa berkeringat."
"Kami akan menerimanya dengan senang hati," jawab Liz, kini sudah kembali tenang.
Dengan langkah mantap, mereka mengikuti Aaron menuju perpustakaan rahasia di kedalaman gedung. Di sana, di antara tumpukan kertas yang menguning, mungkin tersimpan kunci untuk mewujudkan revolusi teknologi pemanas yang sedang Randy susun.
0 Comments